Langsung ke konten utama

Manusia adalah makhluk komunikasi

Beragam cara, beribu bahasa

Kata-kata terucap

Dialog terjalin

Ekspresi terbangun

Pengertian tercipta

Interaksi lebih bermakna

Semua mengerti, saling memahami

Tanpa komunikasi, kita nyaris tak berarti



Tanjung Barat, 26 November 2007

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUSWAY: Mencari Musuh Besar Kemacetan Jakarta

Busway semakin bikin orang Jakarta gerah (bisa karena AC mobilnya mati, naik bis non-AC atau gerah kepanasan di atas motor). Busway mungkin bukan solusi ideal dalam mengurai kemacetan kota. Tapi sebelum bicara solusi lainnya, ada baiknya ditemukan dulu musuh atau faktor utama kemacetan. Kalau sekarang banyak orang bilang mobil pribadi. Karena pemiliknya orang kaya yang gak mau hidup susah (apalagi susah di jalan), maka solusinya adalah angkutan umum yang nyaman (ber-AC, gitu) dan cepat (jalur eksklusif). Tapi saya bilang, faktor utamanya justru sepeda motor. Jakarta adalah ibukota negara berkembang. Artinya, sebanyak-banyaknya orang kaya di sini, masih lebih banyak orang yang pengen kaya, belum kaya dan kayanya kaya (baca: rata-rata miskin semua). Motor harganya rata-rata cuma Rp. 10 juta. Bisa dicicil lagi. Bentuknya kecil bikin gesit, mesinnya mungil bikin irit. Jadi semua yang dibutuhin oleh mayoritas orang Jakarta ada di motor. Satu kantor ada 60 karyawan, paling yang bermobil cuma...

Mencermati Titik Lemah Operasional Busway

Pembangunan jalur busway tahap ketiga yang melintasi kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Barat hingga Jakarta Utara terus mendapat sorotan. Media massa secara serempak mengangkat tema kemacetan ibukota yang semakin meluas dan bertambah parah. Pembangunan jalur baru ini juga diwarnai aksi penolakan warga Pondok Indah yang resmi menggugat Pemda DKI lewat jalur hukum. Juga ada rencana mengadukan dugaan kasus korupsi proyek busway ke KPK. Busway yang direncanakan beroperasi di 15 koridor ini memang layak mendapat perhatian semua pihak. Pasalnya, hingga saat ini belum ada data resmi yang menunjukkan tingkat efektifitas busway dalam mengatasi kemacetan kota . Ya, baik Pemda DKI maupun konsorsium Transjakarta (pelaksana proyek busway) belum pernah merilis hasil evaluasi terhadap tujuh koridor yang sudah beroperasi sejak tiga tahun lalu. Hal inilah yang kemudian memperkuat pesimisme dan ketidakpercayaan masyakarat terhadap proyek busway. Padahal, sejatinya pembangunan jalur busway se...

Jadi PNS Lewat ‘Jalur Pintas’

Syahdan di sebuah rumah di sudut Jakarta , seorang pria terlihat cemas menanti kedatangan putranya. “Sudahlah pak. Kalo dibilang lulus, ya pasti lulus. Masak sudah bayar puluhan juta tidak bisa tembus juga,” sang istri mencoba menenangkan suaminya yang sedari tadi mondar-mandir di teras rumah. “Mudah-mudahan sih begitu, bu. Tapi kalau belum dapat kabar pastinya, aku kok belum bisa tenang ya,” pensiunan pegawai negeri ini masih saja gelisah. Kisah di atas hanya fiksi belaka, tapi terinspirasi dari fakta yang saat ini sedang berlangsung di masyarakat. Saat hampir semua departemen pemerintahan membuka lowongan penerimaan pegawai negeri baru, banyak kepala keluarga yang sibuk mencari uang dalam jumlah besar—hingga mencapai Rp. 50 juta! Uang sebesar itu akan dijadikan ‘modal kerja’ untuk anak tercinta. “Ya, namanya juga usaha. Di mana-mana pasti butuh modal.” Begitu ungkapan yang keluar dari mulut para orang tua. Yang dimaksud ‘modal’ adalah ‘uang pelicin’ atau ‘uang tanda terima k...